Midsommar (2018) : Dongeng Mimpi Buruk Dalam Surga Harga




Mata manusia lebih tajam dari binatang, dan ketika ia melihat kekerasan, logikanya menolak namun hasratnya semakin besar untuk merekam dan menikmati.

Sepertinya itu yang muncul di benak saya ketika melihat salah satu adegan mengerikan di film Midsommar---ketika seorang penduduk desa dipecahkan kepalanya sampai penyok dengan palu gada. Penduduk lain di dalam film menontoninya dengan tenang, sementara para pendatang baru---Dani (Florence Pugh), Christian (Jake Reynor), Mark (Will Poulter) dan Josh (William Harper) syok tidak karuan. Dan di luar layar, saat berada di kursi bioskop, kita melebur bersama orang-orang itu. Saya ikut geleng-geleng kepala, tidak habis pikir filmnya bisa menjadi setidak mengenakkan ini. Walau Midsommar yang tayang di bioskop melewati gunting sensor yang cukup tajam (9 menit berisi adegan kekerasan dan seksual), tapi buat saya film ini tetap sukses mengantarkan ambiens yang mengerikan. Usai beres melihat endingnya, saya lemas di kursi bioskop dan bingung harus bertingkah apa. Saya tertawa kecil, bukan karena sudah gila (atau mungkin memang sudah gila), tapi saya bingung harus bereaksi bagaimana setelah melihat dua jam lebih film hipnotik ini. Buat saya, Midsommar lebih dari Hereditary. Dan saya tidak bisa menyangkal, ini pengalaman sinematis yang mencengangkan.



Ari Aster tetap membawa benang merah yang sama dari awal dia membuat film-film pendek pertamanya seperti The Strange Things About Johnsons (2011), Munchausen (2013) sampai film debutan yang melambungkan namanya, Hereditary (2018). Keluarga, hubungan yang destruktif atau abnormal, balutan kengerian yang ganjil, batas tipis antara komedi dan tragedi dan terakhir serta paling esensial: pertanyaan tentang arti dilahirkan, menjalani peran anak dan mempunyai keluarga itu sendiri.

Yang terakhir itulah yang terasa paling mewakili karya-karya Aster. Bahkan dalam Midsommar, yang ia bilang lebih sebagai "break-up movie" terinspirasi dari kegagalan percintaannya, pertanyaan dan keresahan soal keluarga tetap nampak nyata ditunjukkan sejak awal film.

Kekaguman tentang Midsommar adalah bagaimana Ari Aster membentuk sebuah horor yang seenaknya. Meski tidak ada plot yang berarti dalam film ini kecuali wisata mimpi buruk, namun saya membaca film ini sebenarnya racikan antara yang "umum" dan "tidak umum".

Misalnya,  para karakternya memang seperti barisan tokoh-tokoh yang bisa tampil di seri Friday the 13th atau sesuai archetype film slasher yang disatirkan dalam Cabin In The Woods (ada si female hero, sang pacar yang tegap, si cerdas, si jahil/troublemaker, dua orang lainnya yang mati duluan). Plot bunuh-satu-persatu pun sudah lazim dalam struktur film horor dan slasher, sehingga bisa saja Midsommar jatuh pada klise yang berulang. Namun Ari menambahkan dosis "tidak umum" dari segi teknis yaitu lewat gambar dan suara. Setiap detik, mulai dari awal sampai akhir, adalah suatu keganjilan yang memabukkan seperti layaknya seseorang mengambil obat yang membangkitkan kadar halusinasinya. Dosisnya semakin kencang setelah kita sampai di surga Harga dan menikmati puncaknya saat klimaks. Terakhir kali saya mengalami ini adalah saat menonton Enter The Void yang memang begitu psikedelik.

Maka sulit untuk saya tidak mendakwa Ari Aster sebagai seorang jenius yang sakit jiwa, mengingat dari semua karyanya terutama ini, ia memperlihatkan kepahitan yang begitu dalam tentang kehidupan; seperti seseorang yang memendam kebencian berapi-api namun menyembunyikan dengan tenang dibalik senyuman lembut. Mengerikan dan indah adalah dua kata yang terasa tidak tepat berdampingan, tapi Ari Aster berhasil membawa dua kata itu dengan sempurna dalam Midsommar. Meski 2019 belum sepenuhnya berlalu, tapi saya yakin inilah salah satu film terbaik yang saya saksikan di bioskop. Hanya seorang brilian yang merayakan duka dan kehilangan dengan cara seaneh itu.

Midsommar, 2019



Sutradara : Ari Aster
Pemain : Florence Pugh, Jack Reynor, Will Poulter
Penulis : Ari Aster

5/5

Post a Comment

1 Comments

  1. numpang promote ya min ^^
    Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
    dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
    WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    ReplyDelete